Girl Power dalam Film Animasi Barbie: Thumbelina (2009) Produksi Mattel Sebagai Karya Adaptasi

https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.4892

Authors

Keywords:

cerita klasik, Thumbelina, film Barbie, Girl Power, Subjektivitas Perempuan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana wacana girl power sebagai bagian dari feminisme gelombang ketiga direpresentasikan dalam film animasi Barbie: Thumbelina (2009) produksi Mattel yang merupakan adaptasi dari cerita klasik “Thumbelina” (1835) karya Hans Christian Andersen. Untuk mencapai tujuan, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori adaptasi dari Linda Hutcheon (2006) yang dipadukan dengan konsep girl power dalam konteks feminisme gelombang ketiga. Teori adaptasi Linda Hutcheon (2006) digunakan untuk menganalisis transformasi tekstual pada penokohan Thumbelina dan narasi penceritaan. Kemudian, analisis ideologis dilakukan dengan menggunakan konsep girl power dalam konteks feminisme gelombang ketiga. Dari kajian ini disimpulkan bahwa film animasi Barbie: Thumbelina (2009) produksi Mattel menunjukkan subjektivitas perempuan dengan menempatkan Thumbelina sebagai subjek aktif yang mampu memimpin, bertindak, dan menyelesaikan masalah tanpa ketergantungan pada pihak lain. Hal tersebut mencerminkan nilai-nilai pemberdayaan perempuan yang menjadi inti dari konsep girl power, seperti kemandirian, ekspresi diri, dan keberagaman.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andersen, H. C. (2014). Hans Christian Andersen's complete fairy tales. Simon and Schuster.
Baumgardner, J., Richards, A., & Harris, A. (2004). All about the girl: Culture, power, and identity.
Chang, T. C. (2020). A Mute Clamor for Release”: Rewriting Andersen in Emma Donoghue’s “The Tale of the Bird. Traditions and Difference in Contemporary Irish Short Fiction: Ireland Then and Now, 43-50.
Currie, D., Kelly, D. M., & Pomerantz, S. (2009). 'Girl power': girls reinventing girlhood (Vol. 4). Peter Lang.
Fadzilah, R. M., Untari, L., & Purnomo, S. L. A. (2017). A Semiotics Study Of Characterization On The Movie And Visual Novel Adaptations Of Andersen’s Thumbelina. Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya, 11(2), 12.
Helm, H. J. (2023). “She was no taller than your thumb. So she was called Thumbelina”: Gender, Disability, and Visual Forms in Hans Christian Andersen’s “Thumbelina”(1835). Journal of Gender, Ethnic, and Cross-Cultural Studies, 2(1), 6.
Herman, H., Sihombing, J., & Van Thao, N. (2018). The Functions of Discourse Markers in Fairy Tale of Thumbelina by Hans Christian Andersen. IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application), 1(2), 33-40.
Kembaren, F. R. W., Afifah, N. Y., & Hizbullah, G. (2024). The Used of English-Indonesian Translation Methods in Hans Christian Anderson’s Short Story “Thumbelina”. EDULIA: English Education, Linguistic and Art Journal, 4(2), 111-118.
Munford, R. (2015). Writing the F-Word: Girl Power, the Third Wave, and Postfeminism. In The History of British Women’s Writing, 1970-Present: Volume Ten (pp. 130-144). London: Palgrave Macmillan UK.
Setianto, A. L., & Win, M. V. (2020, December). The Application of Girl Power Through Third-Wave Feminism in Birds of Prey. In International Joint Conference on Arts and Humanities (IJCAH 2020) (pp. 574-580). Atlantis Press.
Taft, J. K. (2004). CHAPTER Girl Power Politics: Pop-Culture Barriers and Organizational Resistance. In All about the girl (pp. 95-104). Routledge.

Published

2025-01-09

How to Cite

Astari Sekar Sastimayang, & Dhita Hapsarani. (2025). Girl Power dalam Film Animasi Barbie: Thumbelina (2009) Produksi Mattel Sebagai Karya Adaptasi. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(1), 277–291. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i1.4892

Issue

Section

Articles

Categories